ISTANA CERITA Desa Penglipuran bisa menjadi tempat beristirahat dari penatnya kepadatan kota. Dikelilingi hutan bambu seluas 45 hektare, salah satu desa di Bali ini pernah menjadi desa terbersih di dunia.
Penglipuran yang berada di kawasan Bangli punya luas wilayah 112 hektare, terdiri dari pemukiman penduduk seluas 9 hektare yang dikavling menjadi 76 pekarangan dengan 240 kepala keluarga.
Sebanyak 45 hektare hutan bambu yang mengelilinginya juga berfungsi sebagai kawasan resapan. Sementara 55 hektare lahan berfungsi sebagai tegalan atau ladang garapan, dan sisanya seluas 3 hektar menjadi kawasan fasilitas umum.
I Wayan Supat, Ketua Adat Desa Penglipuran mengatakan, sebagian besar kawasan Desa Penglipuran merupakan hutan bambu, dan ini sudah dilestarikan dari para tetua adat sebelumnya.
“Empat puluh persen kawasan Penglipuran itu hutan bambu, sebagian besar, kami menyebutnya bambu forest, itu menjadi pelindung desa kami,” katanya kepada Liputan6.com.
Selain dikenal sebagai desa terbersih di dunia, hal menarik lain yang ada di desa ini adalah larangan poligami alias memiliki istri lebih dari satu.
Wayan Supat mengatakan, poligami menjadi dosa besar bagi masyarakat adat Desa Penglipuran. Bahkan hukuman bagi pelanggarnya tidak main-main, yaitu dikucilkan, dan ditempatkan di sebuah kawasan khusus yang diberi nama Karangmemadu.
“Hakikatnya larangan poligami ini adalah untuk pemberdayaan perempuan. Tidak boleh poligami itu kan secara tidak langsung wanita di Penglipuran ini terjamin, dilindungi haknya,” tutup Wayan.
No comments:
Post a Comment