ISTANA CERITA Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko meminta, mahasiswa tak menggelar demonstrasi saat pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wapres terpilih. Dia khawatir, aksi demo akan membuat suasana menjadi tak kondusif lagi.
“Enggak usah lah, jangan ada demo lagi. Kita, masyarakat sudah happy, kondisi begini lah, jangan ada ribut terus, menganggu situasi,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Mantan Panglima TNI itu menyebut, pemerintah sudah berkoordinasi dengan sejumlah perguruan tinggi agar mengajak mahasiswa berdialog di dalam kampus. Menurut dia, hal itu lebih kondusif ketimbang melakukan unjuk rasa.
“Jangan lagi di jalan, kita menuju ke kampus. Di situ saya pikir nanti akan lebih dinamis, lebih tradisi akademik akan berjalan lebih baik di kampus-kampus. Itu intinya begitu,” jelas Moeldoko.
Jokowi-Ma’ruf akan dilantik sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang. Moeldoko menyatakan, relawan pendukung Jokowi akan menyiapkan penyambutan Jokowi-Ma’ruf usai pelantikan.
Namun, pesta penyambutan akan berbeda saat Jokowi dilantik pada 2014 lalu. Penyambutan kali ini jauh dari kesan hura-hura.
Syukuran Pelantikan Jokowi-Ma’ruf
Para relawan, kata dia, akan menunggu Jokowi-Ma’ruf di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Nantinya, akan ada parade kebudayaan yang mengiringi Jokowi-Ma’ruf ke Istana Merdeka, Jakarta.
“Intinya syukuran tapi juga ada kontribusi dari berbagai budayawan dari berbagai kelompok seni ingin meramaikan dalam bentuk parade budayalah begitu,” jelasnya.
Sebanyak 27 ribu personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengamankan jalannya pelantikan presiden terpilih pada Minggu 20 Oktober 2019 mendatang.
Puluhan ribu personel aparat keamanan itu akan menjaga setiap sudut Ibu Kota hingga objek vital seperti Istana Kepresidenan serta pusat bisnis dan ekonomi.Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut lembaga yang dipimpinnya saat ini akan dibubarkan, seiring berakhirnya masa pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla pada 20 Oktober mendatang. Menurut dia, setelah itu akan dibentuk KSP baru dengan penambahan tugas untuk membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Ya aturannya nanti tanggal 19 (Oktober) KSP akan dibubarkan. Setelah itu ada Perpres baru lagi KSP dibentuk, mungkin ada penambahan tugas delivery unit. Saya dapat pengarahan dari Bapak Presiden. Itu kira-kira,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis
“Ya aturannya nanti tanggal 19 (Oktober) KSP akan dibubarkan. Setelah itu ada Perpres baru lagi KSP dibentuk, mungkin ada penambahan tugas delivery unit. Saya dapat pengarahan dari Bapak Presiden. Itu kira-kira,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis
Kendati begitu, Moeldoko mengatakan belum mengetahui apakah lembaga ini akan tetap bernama KSP atau berganti nama. Mantan Panglima TNI itu mengatakan bahwa hal ini masih dalam tahap pembicaraan.
“Ini namanya juga lagi dalam pembicaraan Beliau. Apakah namanya tetap KSP, apakah apa nanti ya. Kan ada penambahan satu misi baru sebagai delivery unit,” kata dia.
Moeldoko menjelaskan, salah satu tugas baru yang disebut ‘delivery unit. Menurut dia, KSP lembaga baru yang dibentuk ini akan mengawal program kementerian atau lembaga lainnya yang ditetapkan Jokowi dalam setiap sidang kabinet.
No comments:
Post a Comment